Puji syukur kami ucapkan atas diterbitkannya website Dharmapala Nusantara. Website ini bertujuan untuk memberi informasi yang lengkap dan utuh mengenai Dharmapala khususnya bagi anggota baru yang baru bergabung. Namun lebih dari itu, website ini juga diharapkan mampu memberi refleksi semangat yang menjadi dasar mengapa aktivis Buddhis pelindung Buddha Dharma harus dibentuk di Indonesia. Website ini juga mencakup mengenai panduan etika dan moral bagi aktivis Dharmapala Nusantara, sehingga organisasi dapat selalu memiliki ruh dalam setiap gerakannya, dan menciptakan kader yang menjunjung tinggi integritas.
Sebelumnya telah kita ketahui bahwa masyarakat Buddhis Indonesia lebih cenderung berperan diam dalam menghadapi masalah yang ada di negeri ini. Bahkan meskipun masalah itu menyinggung keberadaan umat Buddhis. Umat Buddhis lebih dikenal sebagai umat yang pemaaf, toleran, dan bahkan rasa toleran ini sering diartikan sebagai sikap yang takut untuk melawan oleh beberapa kalangan. Namun seiring berkembangnya zaman beberapa aktifis Buddhis berpandangan kecil bukan berarti lemah, dan sedikit belum tentu menjadi penakut mendorong mereka untuk membentuk sebuah wadah yang berfungsi sebagai pelindung Buddha Dharma di Indonesia. Atas perjuangan yang keras dan pantang menyerah inilah maka terbentuklah Dharmapala Nusantara sebagai lembaga advokasi dan mediasi komunitas Buddhis.
Dalam buku saku ini, kami ingin menunjukkan bahwa umat Buddhis bisa berdiri tegak sejajar dengan umat-umat beragama yang lain. Dan merasa nyaman dengan identitas dan kegiatan keagamaannya. Oleh karena itu, buku saku ini menjadi sebuah semangat agar dapat menjadi warisan yang terus mengalir dan menginspirasi kader-kader Dharmapala Nusantara di masa kini dan yang akan datang.
Jakarta, 6 Juni 2024
Kevin Wu
Ketua Umum DN FABB 2019 – 2024
Organisasi ini merupakan transformasi dari sebuah aksi umat Buddha yang yang menentang “Buddha Bar”. Aksi ini bermula pada 26 November 2008 dimana ada sebuah Bar yang menggunakan nama Buddha sebagai merknya dan menggunakan patung-patung rupa Buddha sebagai dekorasi barnya. Dan tentunya di depan patung rupa Buddha itu berlangsung kegiatan hiburan malam. Tindakkan ini tentu menyinggung dan menyakiti umat Buddha di Indonesia. Maka terbentuklah “Forum Anti Buddha Bar” yang disingkat FABB. Atas usahanya yang gigih dan penuh perjuangan akhirnya membuahkan sebuah hasil bahwa Buddha Bar resmi ditutup.
Namun kasus Buddha Bar bukanlah satu-satunya “permasalahan” yang mendera komunitas Buddha di tanah air, masih banyak permasalahan di berbagai tempat, maka para aktifis yang telah berhasil menyatukan seluruh elemen dan organisasi Buddhis dari berbagai mashab ini merasa perlu sebuah wadah yang fokus dalam melindungi agama dan komunitas Buddha dari kezaliman, maka setelahnya singkatan FABB diubah menjadi “Forum Aktifis Buddhis Bersatu”
Karena dirasa perlu sebuah organisasi formal daripada sekedar sebuah “forum”, maka didasari niat yang tulus maka forum ini pada tanggal 6 juni 2020 bertransformasi menjadi sebuah organisasi yang berbadan hukum dengan nama baru “Dharmapala Nusantara” yang berarti “Penjaga Dharma di Bumi Nusantara” namun demikian tetap menyebut FABB sebagai dasar historis perjuangan awal serta untuk mengingat semangat persatuan lintas sekte, sehingga secara lengkap disebut “Dharmapala Nusantara – Forum Aktifis Buddhis Bersatu” atau disingkat DN-FABB
Dharmapala Nusantara bisa dikatakan sebagai sebuah forum yang berisi aktifis pejuang Buddhis lintas sekte yang berani mendengarkan suara hati nuraninya, berani memperjuangkan nilai-nilai kebenaran dan berani berkorban untuk sesuatu yang lebih besar untuk masa-masa yang akan datang.
Dharmapala Nusantara berasaskan Pancasila sebagai Dasar Negara adalah organisasi Advokasi (pembelaan) dan Mediasi Buddhis nirlaba yang non sekte dan bersifat universal. Secara organisasi Dharmapala Nusantara bersifat independen dan tidak berafiliasi atau bernaung kepada partai politik atau organisasi masyarakat apa pun.
Pernah Diliput beberapa Media Berita








